Monday, September 26, 2016

Lahirnya 3 Pendekar Naga

Lahirnya 3 pendekar naga

Di suatu saat di zaman kerajaan majapahit lahirlah seorang anak yang bernama panji kalamangsa. Panji adalah anak keenam dari pasangan kalawati dan trunabakti. Saat ini panji telah berusia 11 tahun. Rumah keluarga trunabakti berada di samping sungai. trunabakti memiliki 14 orang anak yang kesemuanya laki laki.
Di suatu sore hari anak2 trunabakti sedang mandi di sungai samping rumahnya. Pada saat bersamaan seorang pertapa yang barusaja turun gunung melewati rumah trunabakti. Saat itu ia melihat panji dan suadara2nya tengah telanjang menikmati mandi mereka. Pertapa yang bernama ki brama ini terkejut saat melihat kedua buah zakar panji berkilauan seolah memancarkan kekuatan. Tiba2 ia teringat wangsit yang dia terima saat ia bertapa bahwa aka nada 3 pendekar yang lahir dari keturunan pemuda yang buah zakarnya bercahaya gaib.

Akhirnya setelah berbicara dengan trunabakti, pertapa itu berhasil membawa panji untuk menjadikannya murid sekaligus menjaga panji dari orang2 yang ingin memanfaatkannya. Ia yakin kalau saat ini kaum pemberontak kerajaan telah mengetahui keberadaan kesatria2 yang akan lahir dari keturunan panji melalui dukun dukun mereka.
Sepanjang perjalanan, ki brama terus mengajarkan panji cara untuk merawat alat vitalnya. Ki brama mengajarkan cara merawat buah zakar agar panji bisa menjaga calon kesatria yang bersemayam di dalam buah zakarnya. Seperti malam mini, ki brama menyuruh panji unuk bertelanjang bulat. Ia memeriksa alat vital panji untuk melihat perkembangan alat vital panji. Ia cukup terkesima bahwa anak 11 tahun itu memiliki tubuh yang kekar karena sering membantu ayahnya di ladang. Ia pun juga terkesima oleh alat vital panji yang cukup besar untuk anak seusianya. Usia panji yang menginjak 11 tahun adalah usia yang penting dimana buah zakarnya sedang berkembang dengan pesatnya. Buah zakar panji saat ini sudah lebih besar dari telur burung puyuh, Sedangkan kontolnya telah mencapai 15cm.
Malam ini panji akan diurut alat vitalnya sekaligus diajari cara merawat dan menguatkan kejantanan. Panji yang telah dalam keadaan telanjang bulat kemudian terlentang di atas batu besar. Ki brama kemudian mengelus buah zakar panji,

P- ki, kenapa ki brama mengelus buah zakar saya?
KB- karena dalam buah zakarmu inilah ada calon keturunanmu kelak. Kau pasti pernah melihat kedua orang tuamu bersetubuh bukan?
P- iya ki, saya pernah melihat romo dan ibu telanjang sambil saling bertindihan, zakar bopo dimasukkan dalam lubang ibu. Kata kakak, mereka sedang membuatkan adik untukku.
KB- nah, saat kegiatan mereka hampir berakir pasti romomu kencing dalam lubang ibumu kan?
P- iya ki, tapi kecing romo putih dan kental. Kakak kakakku juga mengeluarkan kencing putih kental itu kalau kontolnya dikocok.
KB – panji, itulah benih laki laki. Benih laki-laki dibuat di buah zakar. Kalau kau sudah besar dan berhubungan dengan wanita benih itu akan menjadi bayi jika kau mengeluarkannya dalam memek dan pada saat tepat yaitu saat masa subur wanita.
P – jadi anak-anak panji ada di dalam buah zakar panji?
KB – iya panji, itu sebabnya kau harus menyayangi buah zakarmu, karena di dalamnya ada calon anak-anakmu.
P – baik ki, panji akan sayang pada calon anak2 panji. Tapi ki, apa panji sudah bisa membuat benih anak-anak panji?
KB – untuk saat ini belum panji, alat vitalmu tengah berkembang. Buah zakarmu saat ini sedang membesar, belum saatnya untuk menghasilkan benih. Itu karena usiamu  baru 11 tahun, mungkin setahun atau 2 tahun lagi kau sudah mulai menghasilkan benih. Itu sebabnya aku akan memijat alat vitalmu agar kau bisa menghasilkan benih yang banyak.
Kemudian ki brama mengurut lembut buah zakar panji. Ia mengurut pangkal buah zakarnya, dimana saluran sperma panji berada. Mengurut saluran sperma bertujuan untuk memperlancar peredaran darah sekaligus melancarkan aliran benih panji nantinya. Kemudian ki brama memijat biji pelir kiri panji. Ia memijit sambil mengalirkan energy ke dalam buah pelir panji. Aliran energy itu membuat panji kelojotan seperti tersetrum.
P – ahhh.. sakit ki, sakit…
KB – kau harus sabar panji, aku sedang mengalirkan energy ke dalam buah zakarmu agar kau memiliki buah zakar yang kuat.
Akibat pijatan itu kontol panji ikut menegang, tiap kali gerakan urutan dilakukan, kontol panji berkedut, panji merasakan nikmat sekaligus ngilu di buah zakarnya. Setelah beberapa saat di pijat dan dialiri energy oleh ki brama, kontol panji tiba2 menegang kuat. Ki brama tahu bahwa panji akan segera berejakulasi. Ki brama pun menggenggam kedua buah zakar panji dengan tangan kiri dan tangan kanannya mengurut urut kontolnya, tiba2 panji mengejang dan muncratlah cairan bening dalam jumlah yang banyak.
KB – hahaha.. ternyata kau sudah bisa konak juga. Tapi sepertinya kau memang belum bisa menghasilkan benih. Lihat saja pejuhmu masih bening.
Setelah pijatan itu ki brama mengistirahatkan alat vital panji. Sejak malam itu setiap hari ki brama melatih alat vital panji dengan berbagai amalan-amalan. Tidak terasa satu tahun sudah panji mengambara bersama ki brama. Panji telah berusaia 12 tahun. Setelah satu tahun alat vital panji benar2 sudah berkembang. Bulu2 kemaluan panji sudah mulai tumbuh, kontol panji kini 17cm panjangnya, dan buah zakar panji kini sebesar telur ayam kampung. Panji sudah mulai menunjukkan tanda2 kedewasaan. Tubuh panji semakin kekar dengan dadanya yang makin bidang, tubuhnya juga sedang tumbuh dengan pesatnya. Perut panji yang awalnya sedikit berlemak kini semakin berotot.
Panji kini berusia 12 tahun dan para pemberontak kerajaan akhirnya mengetahui keberadaan panji dan ki brama dengan bantuan dukun2 mereka. Pada akhirnya para pemberontak itu menangkap ki brama dan panji. Sayangnya ki brama bukanlah pertapa yang mampu melakukan beladiri. Ki brama akhirnya terbunuh dan para pemberontak itu berhasil menculik panji.

-hahaha… jadi ini pemuda yang keturunannya akan menjadi kesatria hebat itu? Kata pimpinan pemberontak.
-betul tuanku, saya akan memastikan bahwa ini adalah pemuda yang dimaksud dengan bantuan dukun dukun tuan. Kata prajuri pemberontak. Hai kalian telanjangi pemuda itu.
Panji pun akhirnya ditelanjangi oleh para prajurit pemberontak. Panji kemudian dipegangi tangan dan kakinya agar para dukun bisa melihat buah zakarnya.
Para dukun itu melihat kilauan dari kedua buah zakar panji. Mereka akhirnya yakin kalau panji adalah pemuda yang dimaksud. Pemimpin pemberontak yang bernama mangunjaya itu pun mendatangi panji. Ia menatap panji dengan ekspresi menyeringai. “hai kau, mulai saat ini kau adalah anak buahku, kau akan menjadi prajuritku. Kau tahu kenapa? Karena keturunanmu kelak akan menjadi kesatria yang membela kami. Dan jika kau berani macam-macam atau kabur dari sini kau tahu apa yang akan tejadi padamu? Kau akan kami kebiri biar kesatria-kesatria itu tak pernah lahir sehingga tak bisa dimanfaatkan musuh kami. Panji yang ketakutan akhirnya menurut saja.
Di pedepokan para pemberontak itu panji dilatih dengan berbagai macam ilmu beladiri. Ia dilatih demikian agar keturunan panji kelak akan menjadi kesatria yang hebat bagi pembrontak2 tsb. Panji diberi ramu2an dan diberi makanan yang bergizi agar kejantanan panji berkembang dengan baik. Setelah 2 tahun akhirnya panji kini berusia 14 tahun. Perlakuan istimewa itu rupanya menimbulkan iri dengki di hati anak mangunjaya yaitu barda. Barda selain iri dengan perlakuan istimewa ayahnya kepada panji juga iri dengan fisik panji yang menarik perhatian para gadis. Wajah panji yang tampan dengan tubuh yang kekar perkasa sungguh sangat indah. Selain itu alat vital panji telah mencapai ukuran sempurnanya. Kontolnya mencapai panjang 20cm, sedangkan buah pelirnya mencapai sebesar telur bebek. Saat ini panji yang berusia 14 tahun sudah mampu menghasilkan benih keturunan. Air mani panji sudah sangat banyak, bahkan lebih banyak dari orang yang telah dewasa.
Barda yang berusia 2 tahun lebih tua dari panji merencanakan sesuatu pada panji. Ia ingin merusak kejantanan panji, karena buah zakar panji itulah ayahnya menjadi kurang perhatian padanya. Apalagi ia melihat sendiri bagaimana ayahnya sering memijat alat vital panji agar alat vitalnya makin perkasa.
Pada suatu hari panji sedang disuruh ke sungai untuk mengambil air. Sungainya terletak cukup jauh dari padepokan. Panji yang membawa pikulan berencana mandi di sungai sekalian karena hari sudah agak sore. Tanpa disangka sangka barda dan teman-temannya ikut bersama panji. Mereka bilang akan mandi bersama di sungai. Panji tidak menaruh curiga apapun pada barda dan teman temannya.
Setelah sampai sungai dan memenuhi dua baki dengan air panji pun membuka bajunya untuk mandi bersama barda dan tean temannya.
B- wah besar sekali kontolmu
P- biasa saja den, punya aden barda juga besar.
Kemudian setelah mandi panji duduk di pinggir kali di atas sebuah batu untuk memijat alat vitalnya. Ia mengurut kontolnya dan dengan tangan yang satunya lagi dia memijat buah pelirnya. Barda yang mengetahui hal itu segera mendekati panji.
B- kau sering memijat alat kelaminmu ya?
P- iya den, biar nanti saya mudah punya anak.
B- boleh aku pegang alat vitalmu? Aku ingin punya alat vital yang besar seperti punyamu.
P- boleh den
Barda pun mengelus dan menimang buah zakar panji yang sebesar telur bebek, sementara miliknya sendiri hanya sebesar telur puyuh, dan alat vital panji yang 20cm itu tentunya terlalu panjang bila dibandingkan miliknya yang mungkin hanya separuh milik panji.
Tiba2 teman teman barda menyergap panji dari belakang, panji yang lebih muda bukan tandingan mereka. Kemudian panji dipegangi tangan dan kakinya oleh para pemuda itu.
P-apa yang den barda lakukan pada saya?
B-tak perlu pura2 bego kamu, gara2 ini ayahku tidak memperhaikanku lagi, kemudian barda meremas kedua buah zakar panji dengan kedua tangannya…
P- AAARRGGHHH… jangan sakiti buah zakar saya den barda.. ampun den barda….
B- hahaha… biar mampus biji zakarmu. Gara2 kau ayahku tidak perhatian lagi padaku. Sekarang kau harus diberi pelajaran. Kau pasti ingin sekali punya anak kan, nih rasakan buat anak anakmu
Tiba2 barda menendang buah zakar panji.
P-AARRGGHHH…!!
B- Hahaha… rasakan itu…
Kemudian barda menyuruh salah seorang anak buahnya mengocok kontol panji yang sudah menegang. Sedangkan barda mengambil sebuah ranting. Dengan kejam ia memukul mukulkan ranting itu tepat ke kantung keturunan panji.

P- AARRHH…. Sakit den barda.. jangan den barda…
Berkali kali barda memukulkan batang ranting itu ke buah pelir panji yang besar. Karena suhu yang agak panas buah zakar panji yang menggantung agak jauh dari selangkangan membuat buah pelir panji terpelanting ke sana kemari setiap batang ranting itu mengenai buah pelirnya. Sete;ah puas dengan cambukan itu, barda tersenyum kecut melihat kantung pelir panji memerah dan lebam lebam bekas cambukannya. Kemudia barda memerintahkan anak buahnya mengocok kontol panji lebih cepat dan kuat. Ia melihat ujung kemaluan pani telah meneteskan air mazi dalam jumlah yg cukup banyak. Buah pelir panji juga telah muali naik menuju selangkangan yang mengartikan dia akan segera ejakulasi.

Sesaat kemudia barda melayangkan pukulan ke arah testis panji. Ia memukul buah zakar panji dengan kekuatan penuh. “nih buat anak anakmu yang calon kesatria itu” dan BUUGHH..!!! barda memukul kemauluan panji tepat di buah zakarnya. Di saat yang bersamaan batang kemaluan panji memuncratkan benih kejantanannya yang sangan banyak dan kental menyemprot mengenai barda hingga barda belepotan sperma panji. Setelah pancutan terakhir panji dilepaskan, ia langsung lemas, lunglai, ambruk sambil memegangi kemaluannya yang disiksa dengan kejam. Air matanya meleleh merasakan sakit yang amat sangat, sakit di kemaluan dan sakit di perasaan dimana ia memikirkan bagaimana nasib calon anak2 yang sangat ia sayangi.

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.