Thursday, June 13, 2013

Dendam Juragan Brata (penderitaan Rahman) bagian 2



oleh Danny Perkasa pada 12 Oktober 2011 pukul 3:42 ·

“kalian berempat garap dia seperti yang kita rencanakan semalam!!” juragan brata kemudian duduk di batu tepat di depan rahman sambil menghisap rokok kreteknya. Sedangkan rahman mulai frustasi memikirkan apa yang akan mereka lakukan padanya.
“udah merasa paling ganteng di kampung kamu?” bentak saman kepada rahman, “rasakan ini!” saman melayangkan pukulan ke perut rahman yang six pack. “AARGGHHH…” rahman melenguh menahan sakit, otot2 tubuhnya menegang saat ia menerima pukulan keras di perutnya.
“sekarang kamu akan rasakan siksaan yang amat perih di seluruh badan loe yang sexy itu hahaha… “ badu tersenyum sadis pada rahman sambil ia mengeluarkan cambuk yang biasa ia pakai untuk mencambuk kerbau. “rasakan ini!!!” CTAAARR…. CTAAARRRR… tubuh rahman dihujani lecutan demi lecutan. Rahman melenguh kesakitan, sedangkan badu melampiaskan kekesalannya pada rahman. Badu melecuti punggung rahman bertubi tubi kemudian tidak puas ia mencambuk dada rahman yang bidang itu hingga lecet-lecet dan berdarah. Lecutan terakhir ia arahkan secara cepat ke arah putting susu kiri rahman yang hitam melenting. “AARRGGHH…” rahman berteriak kesakitan saat cambuk itu membuat putting susu kirinya berdarah.

 
ilustrasi penyiksaan

“hahaha…. Rasakan..!! emang enak dicambuk!!” badu yang diam-diam juga dendam kepada rahman. Karena sebelum juragan brata ia adalah pria pertama yang melamar marni. Tapi lamaran itu ditolak mentah mentah oleh marni dan orang tua marni karena marni saat itu masih berusia 13 tahun. Badu selama bertahun-tahun menyimpan hasrat pada marni karena saat marni berusia 13 tahun pun, ia sudah nampak molek karena buah dadanya sudah tumbuh besar. Saat itu badu senang sekali mengintip marni mandi di kali sambil mengocok kontolnya yang tidak besar itu.
“juragan, siksaan apa yang cocok untuk cecunguk macam dia?” sama bertanya pada juragannya.
“aku penasaran pada kontolnya, aku ingin lihat seperkasa apa dia sampai-sampai marni kepincut dengan dia”
Kemudian saman mendekati rahman. Tangan kasarnya itu mengelus selangkangan rahman.” Sepertinya kontol loe gede nih” rahman mulai tak nyaman dengan tangan aman yang mulai membelai alat vitalnya. “kasihan, tadi badu dan juragan brata sudah memukul kontol kamu ya? Pasti rasanya sakit, padahal kamu mau menikah, pasti kamu khawatir kejantananmu akan terganggu. Hahaha…” sejurus kemudian saman merebut handuk yang menutupi kemaluan rahman sehingga terpampanglah sudah pemandangan bagian pribadi rahman. Alat vital rahman yang masih lemas ditunjang dengan kedua buah pelir yang besar menggantung karena suhu udara yang panas. Jembut rahman tampak tercukur rapi karena rahman ingin tampil perkasa di malam pertamanya kelak. Jembut rahman yang kehitaman tampak tipis tapi merata menghiasi seputar kemaluannya yang gagah itu.
“asu.. gede juga kontol bocah sialan ini” juragan brata terpana melihat ukuran alat vital rahman yang masih lemas saja sudah lebih besar dari milik juragan brata. “Aku ingin lihat seberapa besar kontolnya saat ngaceng…”
Saman pun mulai memegang kontol rahman, ia menimang nimang kontol rahman yang besar. “paimin, kamu pijit putting susunya! Paijo, kamu pegang kantong menyannya!” kemudian paimin memijat mijat puting susu rahman, rahman meringis sakit karena putting susu kirinya berdarah setelah dicambuk dengan brutal. Sedangkan paijo membelai belai buah zakar rahman yang besar itu sambil sesekali memijat pelan. “wah, biji zakarnya keras kang, kayaknya dia sudah lama nggak ngecrot, hahaha…” paijo mengomentari biji rahman yang padat karena spermanya telah penuh di buah pelirnya sehingga buah pelirnya itu terasa keras. “dia pasti sedang berpuasa untuk tidak ngecrot sampai malam pertamanya kelak, tapi tenang, hari ini kita paksa dia ngecrot. Aku ingin lihat seberapa banyak pejuh yang bisa dia hasilkan untuk membuntingi marni. Hahaha…”saman tampaknya senang sekali menekan mental rahman.
Kemudian saman mulai mengocok kontol rahman pelan. Rahman mulai mendesah merasakan nikmat di selangkangannya. Kontol rahman yang tadinya lemas mulai menegang dan setelah kontol rahman benar-benar tegang, juragan brata menyuruh anak buahnya untuk berhenti merangsang rahman.
“gila besar juga kontol kamu, pasti marni akan mengerang nikmat saat kamu memasukkan kontol besarmu ke memek dia, dan dengan buah pelirmu yang besar itu pasti pejuhmu juga banyak dan marni pasti dengan mudah hamil anak kamu. Tapi sayang aku takkan mengijinkan hal itu terjadi. Sebentar lagi alat vitalmu yang perkasa ngga akan berguna lagi, marni ngga akan bisa hamil anak-anakmu. Mungkin suatu hari aku akan memperkosa marni lalu aku keluarkan pejuhku sebanyak banyaknya ke memeknya biar dia hamil anak-anakku. Hahaha… badu, sikat burungnya!!!” juragan brata memerintahkan anak buahnya untuk mulai melakukan sesuatu pada alat kelamin rahman.
“apa yang akan kalian lakukan pada alat vital saya? Tolong, jangan apa-apakan kemaluan saya, saya akan menikah, aku mohon jangan..!!” rahman memohon-mohon agar diampuni.




“nih, hukuman buah kontol busuk kamu!!” badu pun melayangkan tamparan keras ke kontol rahman hingga kontolnya terpelanting ke kiri, sepersekian detik kemudia badu melayangkan tamparan dari arah berlawanan. Tamparan demi tamparan menghujani kontol rahman yang panjang besar dan berurat itu selama beberapa menit. “aaaarrgghhhh… aaarrgghh… “ rahman merintih kesakitan, kontolnya serasa dibakar. Setelah beberapa menit badu menghentikan tamparannya. Kini kontol rahman terlihat semakin keras dan memerah akibat tamparan badu. Setetes air madzi muncul di ujung kontolnya.
“sial, kontolmu sepertinya terangsang ya, lihat air madzimu keluar. Hahaha… baiklah, aku akan memberi pelajaran yang lebih nikmat pada alat kelaminmu” saman pun membawa seutas tali. Ia mengikatkannya pada alat vital rahman. Tali itu mengikat kencang buah zakar rahman sehingga rahman merasakan ngilu di buah zakarnya. Kemudian saman menggantungkan sebuah pemberat 1 kilo di buah zakar rahman yang diikat tadi. “bagaimana, ngilu ya. Biji zakarmu pasti rasanya mau pecah karena seiap 5 menit aku akan menambah pemberatnya 1 kilo.” Ahaha… saman tertawa sadis. Buah zakar rahman semakin menggantung jauh karena pemberat itu semakin banyak. Kini pemberat bijinya sudah mencapai 6 kilo. Buah zakarnya serasa pecah, perasaannya hancur merasakan buah zakar yang ia rawat selama ini demi meneruskan keturunannya disiksa secara biadab.
Rahman terus melenguh kesakitan. Tiba-tiba saman melepaskan pemberat biji zakarnya beserta tapi yang mengikat pangkal biji zakarnya. Sesaat rahman merasa lega, tapi salah, badu meeruskan siksaan yang lebih pedih lagi. Badu datang dengan membawa cambuk kecil.” Tadi badan loe sudah gue cambuk, sekarag giliran anak-anakmu yang masih ada di biji pelir kamu akan aku cambuk”
“aaarrgghh…. Jangan.. aarhhhh…!!!” rahman merasakan sakit luar biasa saat badu melecuti alat vitalnya. Badu pun terkonsentrasi untuk mencambuk kontol rahman. Kontol rahman yang besar, keras dan kemerahan itu tampak bilur2 akibat cambukan badu. Kemudian badu gantian mencambuk buah zakar rahman. “paimin, pegang kontolnya supaya kontolnya yang besar tidak menutupi buah zakarnya. Aku ingin mencambuk biji pelirnya supaya biji pelirnya mogok bikin pejuh.hahahah…” paimin pun memegang kontol rahman, diarahkannya ke atas menempel ke perut rahman sehingga badu leluasa mencambuk biji pelirnya. Ctaarr… badu melayangkan lecutan ke buah zakar kanan rahman.. “AARRRGGHH… JANGAAANNN…!!!” rahman berteriak kesakitan saat buah zakarnya dihantam lecutan keras. Cttaaarrrr…. Lecutan berikutnya mengenai pangkal buah zakar kirinya dan meninggalkan lecet. “AARRRHH…” rahman merasak perih yanga amat sangat pada buah pelirnya. Kemudian kembali badu melayangkan cambukan ke arah buah zakar kiri lagi, kali ini tepat di biji zakarnya. Ahman merasakan biji zakarnya serasa remuk.
Sesaat kemudian buah zakar kirinya kembali menjadi korban keganasan cambuk. Buah zakar kirinya sampai berwarna kemerahan. Rahman berusaha sekuat tenaga melindungi buah zakarnya. Tapi tangan dan kakinya diikat amat erat. Peluh membanjiri tubuhnya yang menegang setiap kali cambuk mengenai kantung keturunannya sehingga badannya yang kekar tampak mengkilat. Air mata rahman tak terendung lagi, ia terisak meratapi organ kelelakiannya dihina secara kejam. Ia meratapi nasibnya yang tidak lagi jelas apakah ia akan tetap subur atau ia akan menjadi mandul akibat siksaan ini.
Waktu berlalu dan badu menghentikan cambukannya. Dilihatnya buah zakar rahman kemerahan. Buah zakarnya terlihat agak bengkak, dalam hati badu teramat senang kalau-kalau nantinya rahman tak mampu menghamili marni yg pernah ia taksir, sukur2 jika rahman bahkan tak mampu mengentoti marni, dia ingin suatu saat dia bisa mengentoti marni hingga hamil dengan kontol kecilnya. Badu teramat iri melihat kontol rahman yang teramat besar dan perkasa. Meski sudah diksiksa secara brutal kontolnya masih tegar berdiri. Terlihat ujung kontol rahman telah basah oleh air madzi yang keluar beberapa kali.
“Kontol kamu sepertinya ingin ngecrot ya, akan aku bantu kontolmu ngecrot, kujamin pasti rasanya enak sekali” saman mendekati rahman sambil membawa balsam. Dioleskannya balsam kea lat kelamin rahman. Rahman merintih kepanasan. “AARRGGHHH.. AMPUNNN… PANASSSS… AARHHHHH… AAARRGGGHH…” air mata kembali mengalir di wajah rahman. Alat vitalnya yang perkasa serasa terbakar. Saman kemudia mengocok kontol rahman. Rahman terangsang hebat sekaligus sakit dan perih di kontolnya. Kemudian tak lama kemudian badu menyusul saman, badu jongkok di belakang rahman. Dilihatnya buah zakar rahan yang besar bergoyang ke  kanan dan kiri akibat berusaha memberontak saat saman mengocok kontolnya dengan balsam. Kemudian dengan ke dua tangannya badu memegang buah zakar rahman. Masing-masing tangan memegang salah satu buah zakarnya. “jadi ini ya, kantong keturunanmu. Sekarang buah zakar kamu ada di tanganku. Gede juga ya ukurannya, pasti benih kelelakianmu banyak sekali, buah zakarmu terasa keras. Pasti isnya penuh. Kalau kamu ngentot dengan marni pasti dia langsung hamil anakmu. Tapi sekarang jangan berharap demikian karena aku angin memecahkan buah zakarmu. Hahahah…”
“AARGGHH… jangan… kumohon jangan pecahkan buah zakarku, aku akan melakukan apapun tapi jangan rusak kelaminku, aku ingin punya anak…. “ rahman memohon-mohon.
“percuma kau memohon, nih rasakan!!!”
“AAARGGGGGGGHHH…. TIIDAAAKK…!!! AAMPPUNNN…!!! “ rahman melolong kesakitan saat badu meremas remas buah pelir rahman yang besar dengan tangan kasarnya itu. Badu meremas kuat-kuat buah zakar rahman, ia membayangkan dirinya sedang memusnahkan keturunan rahman bahkan sebelum keturunan rahman sempat ditanamkan ke dalam kandungan seorang wanita. Tangan badu secara kontinyu meremas lalu meregangkan jemarinya sehingga rasa sakit yang dialami buah zakar rahman terasa bertubi-tubi. Dalam setiap remasannya, ujung kontol rahman memancutkan air madzinya sehingga kontol rahman basah kuyup oleh cairan pelumas. Di saat yang sama saman terus mengocok zakar rahman dengan kasar. Kemudian badu menghentikan remasannya sesaat, dilihatnya buah zakar rahman yang tadinya menggantung kini naik mendekati pangkal zakar. Ia tahu ini saatnya rahman akan segera berejakulasi. kemudian diletakkannya telapak tangan kanannya tepat di depan buah rahman. Lalu badu menekan telapak tangannya dalam-dalam ke arah kedua buah zakar rahman. Dengan tenaga dalam yang ia miliki badu menekan buah zakar rahman amat keras sehingga rahman merasakan sakit teramat sangat, buah zakarnya terasa pecah ranah. Kemudian pada gerakan terakhir dia menampar buah zakar rahman dari arah bawah sehingga tepat mengenai buah zakar rahman, buah zakarnya tergencet dengan tulang selangkangan rahman.
“AAARRRRRRGGGGGGGGGHHHHHHHHHH…..!!!!!” Rahman berteriak saat badu dengan kekuatan tenaga dalamnya menghantamkan bagian atas telapak tangannya ke arah buah zakarnya. Dan kemudian.. CCRRRRROOOOOOTTT CRROTT… CROOTTT… rahman mengeluarkan spermanya banyak sekali dalam beberapa kali pancutan. Pejuh rahman yang berwarna putih kental kemerahan akibat bercampur darah itu memancar jauh jatuh ke rerumputan.
“lihat, anak-anak loe terbuang sia-sia di rumput. Sekarang habis sudah keperkasaan loe sebagai lelaki. Buah zakar loe sudah kubuat cedera. Aku yakin buah zakarmu akan segera mogok membuat pejuh. Istrimu pasti akan sulit hamil. Bahkan kalau ternyata buah zakarmu cedera parah atau bahkan pecah, mungkin kontol kamu yang besar itu akan ikut menjadi tidak berguna. Kontolmu akan impoten… hahahaha…” badu dengan kejam menekan mental rahman. Sedangkan rahman yang lemas hampir pingsan hanya bisa meratapi masa depan kelelakiannya yang sudah dirusak olah orang-orang yang iri padanya…

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.