oleh Danny Perkasa pada 12 Oktober 2011 pukul 3:42 ·
“kalian berempat garap dia seperti
yang kita rencanakan semalam!!” juragan brata kemudian duduk di batu tepat di
depan rahman sambil menghisap rokok kreteknya. Sedangkan rahman mulai frustasi
memikirkan apa yang akan mereka lakukan padanya.
“udah merasa paling ganteng di
kampung kamu?” bentak saman kepada rahman, “rasakan ini!” saman melayangkan
pukulan ke perut rahman yang six pack. “AARGGHHH…” rahman melenguh menahan
sakit, otot2 tubuhnya menegang saat ia menerima pukulan keras di perutnya.
“sekarang kamu akan rasakan siksaan
yang amat perih di seluruh badan loe yang sexy itu hahaha… “ badu tersenyum
sadis pada rahman sambil ia mengeluarkan cambuk yang biasa ia pakai untuk
mencambuk kerbau. “rasakan ini!!!” CTAAARR…. CTAAARRRR… tubuh rahman dihujani
lecutan demi lecutan. Rahman melenguh kesakitan, sedangkan badu melampiaskan
kekesalannya pada rahman. Badu melecuti punggung rahman bertubi tubi kemudian
tidak puas ia mencambuk dada rahman yang bidang itu hingga lecet-lecet dan
berdarah. Lecutan terakhir ia arahkan secara cepat ke arah putting susu kiri
rahman yang hitam melenting. “AARRGGHH…” rahman berteriak kesakitan saat cambuk
itu membuat putting susu kirinya berdarah.
“hahaha…. Rasakan..!! emang enak
dicambuk!!” badu yang diam-diam juga dendam kepada rahman. Karena sebelum
juragan brata ia adalah pria pertama yang melamar marni. Tapi lamaran itu
ditolak mentah mentah oleh marni dan orang tua marni karena marni saat itu
masih berusia 13 tahun. Badu selama bertahun-tahun menyimpan hasrat pada marni
karena saat marni berusia 13 tahun pun, ia sudah nampak molek karena buah
dadanya sudah tumbuh besar. Saat itu badu senang sekali mengintip marni mandi
di kali sambil mengocok kontolnya yang tidak besar itu.
“juragan, siksaan apa yang cocok
untuk cecunguk macam dia?” sama bertanya pada juragannya.
“aku penasaran pada kontolnya, aku
ingin lihat seperkasa apa dia sampai-sampai marni kepincut dengan dia”
Kemudian saman mendekati rahman.
Tangan kasarnya itu mengelus selangkangan rahman.” Sepertinya kontol loe gede
nih” rahman mulai tak nyaman dengan tangan aman yang mulai membelai alat
vitalnya. “kasihan, tadi badu dan juragan brata sudah memukul kontol kamu ya?
Pasti rasanya sakit, padahal kamu mau menikah, pasti kamu khawatir kejantananmu
akan terganggu. Hahaha…” sejurus kemudian saman merebut handuk yang menutupi
kemaluan rahman sehingga terpampanglah sudah pemandangan bagian pribadi rahman.
Alat vital rahman yang masih lemas ditunjang dengan kedua buah pelir yang besar
menggantung karena suhu udara yang panas. Jembut rahman tampak tercukur rapi karena
rahman ingin tampil perkasa di malam pertamanya kelak. Jembut rahman yang
kehitaman tampak tipis tapi merata menghiasi seputar kemaluannya yang gagah
itu.
“asu.. gede juga kontol bocah sialan
ini” juragan brata terpana melihat ukuran alat vital rahman yang masih lemas
saja sudah lebih besar dari milik juragan brata. “Aku ingin lihat seberapa
besar kontolnya saat ngaceng…”
Saman pun mulai memegang kontol
rahman, ia menimang nimang kontol rahman yang besar. “paimin, kamu pijit
putting susunya! Paijo, kamu pegang kantong menyannya!” kemudian paimin memijat
mijat puting susu rahman, rahman meringis sakit karena putting susu kirinya
berdarah setelah dicambuk dengan brutal. Sedangkan paijo membelai belai buah
zakar rahman yang besar itu sambil sesekali memijat pelan. “wah, biji zakarnya
keras kang, kayaknya dia sudah lama nggak ngecrot, hahaha…” paijo mengomentari
biji rahman yang padat karena spermanya telah penuh di buah pelirnya sehingga
buah pelirnya itu terasa keras. “dia pasti sedang berpuasa untuk tidak ngecrot
sampai malam pertamanya kelak, tapi tenang, hari ini kita paksa dia ngecrot.
Aku ingin lihat seberapa banyak pejuh yang bisa dia hasilkan untuk membuntingi
marni. Hahaha…”saman tampaknya senang sekali menekan mental rahman.
Kemudian saman mulai mengocok kontol
rahman pelan. Rahman mulai mendesah merasakan nikmat di selangkangannya. Kontol
rahman yang tadinya lemas mulai menegang dan setelah kontol rahman benar-benar
tegang, juragan brata menyuruh anak buahnya untuk berhenti merangsang rahman.
“gila besar juga kontol kamu, pasti
marni akan mengerang nikmat saat kamu memasukkan kontol besarmu ke memek dia,
dan dengan buah pelirmu yang besar itu pasti pejuhmu juga banyak dan marni
pasti dengan mudah hamil anak kamu. Tapi sayang aku takkan mengijinkan hal itu
terjadi. Sebentar lagi alat vitalmu yang perkasa ngga akan berguna lagi, marni
ngga akan bisa hamil anak-anakmu. Mungkin suatu hari aku akan memperkosa marni
lalu aku keluarkan pejuhku sebanyak banyaknya ke memeknya biar dia hamil
anak-anakku. Hahaha… badu, sikat burungnya!!!” juragan brata memerintahkan anak
buahnya untuk mulai melakukan sesuatu pada alat kelamin rahman.
“apa yang akan kalian lakukan pada
alat vital saya? Tolong, jangan apa-apakan kemaluan saya, saya akan menikah,
aku mohon jangan..!!” rahman memohon-mohon agar diampuni.
“nih, hukuman buah kontol busuk
kamu!!” badu pun melayangkan tamparan keras ke kontol rahman hingga kontolnya
terpelanting ke kiri, sepersekian detik kemudia badu melayangkan tamparan dari
arah berlawanan. Tamparan demi tamparan menghujani kontol rahman yang panjang
besar dan berurat itu selama beberapa menit. “aaaarrgghhhh… aaarrgghh… “ rahman
merintih kesakitan, kontolnya serasa dibakar. Setelah beberapa menit badu
menghentikan tamparannya. Kini kontol rahman terlihat semakin keras dan memerah
akibat tamparan badu. Setetes air madzi muncul di ujung kontolnya.
“sial, kontolmu sepertinya
terangsang ya, lihat air madzimu keluar. Hahaha… baiklah, aku akan memberi
pelajaran yang lebih nikmat pada alat kelaminmu” saman pun membawa seutas tali.
Ia mengikatkannya pada alat vital rahman. Tali itu mengikat kencang buah zakar
rahman sehingga rahman merasakan ngilu di buah zakarnya. Kemudian saman
menggantungkan sebuah pemberat 1 kilo di buah zakar rahman yang diikat tadi.
“bagaimana, ngilu ya. Biji zakarmu pasti rasanya mau pecah karena seiap 5 menit
aku akan menambah pemberatnya 1 kilo.” Ahaha… saman tertawa sadis. Buah zakar
rahman semakin menggantung jauh karena pemberat itu semakin banyak. Kini
pemberat bijinya sudah mencapai 6 kilo. Buah zakarnya serasa pecah, perasaannya
hancur merasakan buah zakar yang ia rawat selama ini demi meneruskan
keturunannya disiksa secara biadab.
Rahman terus melenguh kesakitan.
Tiba-tiba saman melepaskan pemberat biji zakarnya beserta tapi yang mengikat
pangkal biji zakarnya. Sesaat rahman merasa lega, tapi salah, badu meeruskan
siksaan yang lebih pedih lagi. Badu datang dengan membawa cambuk kecil.” Tadi
badan loe sudah gue cambuk, sekarag giliran anak-anakmu yang masih ada di biji
pelir kamu akan aku cambuk”
“aaarrgghh…. Jangan.. aarhhhh…!!!”
rahman merasakan sakit luar biasa saat badu melecuti alat vitalnya. Badu pun
terkonsentrasi untuk mencambuk kontol rahman. Kontol rahman yang besar, keras
dan kemerahan itu tampak bilur2 akibat cambukan badu. Kemudian badu gantian
mencambuk buah zakar rahman. “paimin, pegang kontolnya supaya kontolnya yang
besar tidak menutupi buah zakarnya. Aku ingin mencambuk biji pelirnya supaya
biji pelirnya mogok bikin pejuh.hahahah…” paimin pun memegang kontol rahman, diarahkannya
ke atas menempel ke perut rahman sehingga badu leluasa mencambuk biji pelirnya.
Ctaarr… badu melayangkan lecutan ke buah zakar kanan rahman.. “AARRRGGHH…
JANGAAANNN…!!!” rahman berteriak kesakitan saat buah zakarnya dihantam lecutan
keras. Cttaaarrrr…. Lecutan berikutnya mengenai pangkal buah zakar kirinya dan
meninggalkan lecet. “AARRRHH…” rahman merasak perih yanga amat sangat pada buah
pelirnya. Kemudian kembali badu melayangkan cambukan ke arah buah zakar kiri
lagi, kali ini tepat di biji zakarnya. Ahman merasakan biji zakarnya serasa
remuk.
Sesaat kemudian buah zakar kirinya
kembali menjadi korban keganasan cambuk. Buah zakar kirinya sampai berwarna
kemerahan. Rahman berusaha sekuat tenaga melindungi buah zakarnya. Tapi tangan
dan kakinya diikat amat erat. Peluh membanjiri tubuhnya yang menegang setiap
kali cambuk mengenai kantung keturunannya sehingga badannya yang kekar tampak
mengkilat. Air mata rahman tak terendung lagi, ia terisak meratapi organ
kelelakiannya dihina secara kejam. Ia meratapi nasibnya yang tidak lagi jelas
apakah ia akan tetap subur atau ia akan menjadi mandul akibat siksaan ini.
Waktu berlalu dan badu menghentikan
cambukannya. Dilihatnya buah zakar rahman kemerahan. Buah zakarnya terlihat
agak bengkak, dalam hati badu teramat senang kalau-kalau nantinya rahman tak
mampu menghamili marni yg pernah ia taksir, sukur2 jika rahman bahkan tak mampu
mengentoti marni, dia ingin suatu saat dia bisa mengentoti marni hingga hamil
dengan kontol kecilnya. Badu teramat iri melihat kontol rahman yang teramat
besar dan perkasa. Meski sudah diksiksa secara brutal kontolnya masih tegar
berdiri. Terlihat ujung kontol rahman telah basah oleh air madzi yang keluar
beberapa kali.
“Kontol kamu sepertinya ingin
ngecrot ya, akan aku bantu kontolmu ngecrot, kujamin pasti rasanya enak sekali”
saman mendekati rahman sambil membawa balsam. Dioleskannya balsam kea lat
kelamin rahman. Rahman merintih kepanasan. “AARRGGHHH.. AMPUNNN… PANASSSS…
AARHHHHH… AAARRGGGHH…” air mata kembali mengalir di wajah rahman. Alat vitalnya
yang perkasa serasa terbakar. Saman kemudia mengocok kontol rahman. Rahman
terangsang hebat sekaligus sakit dan perih di kontolnya. Kemudian tak lama
kemudian badu menyusul saman, badu jongkok di belakang rahman. Dilihatnya buah
zakar rahan yang besar bergoyang ke kanan dan kiri akibat berusaha
memberontak saat saman mengocok kontolnya dengan balsam. Kemudian dengan ke dua
tangannya badu memegang buah zakar rahman. Masing-masing tangan memegang salah
satu buah zakarnya. “jadi ini ya, kantong keturunanmu. Sekarang buah zakar kamu
ada di tanganku. Gede juga ya ukurannya, pasti benih kelelakianmu banyak
sekali, buah zakarmu terasa keras. Pasti isnya penuh. Kalau kamu ngentot dengan
marni pasti dia langsung hamil anakmu. Tapi sekarang jangan berharap demikian
karena aku angin memecahkan buah zakarmu. Hahahah…”
“AARGGHH… jangan… kumohon jangan
pecahkan buah zakarku, aku akan melakukan apapun tapi jangan rusak kelaminku,
aku ingin punya anak…. “ rahman memohon-mohon.
“percuma kau memohon, nih rasakan!!!”
“AAARGGGGGGGHHH…. TIIDAAAKK…!!!
AAMPPUNNN…!!! “ rahman melolong kesakitan saat badu meremas remas buah pelir
rahman yang besar dengan tangan kasarnya itu. Badu meremas kuat-kuat buah zakar
rahman, ia membayangkan dirinya sedang memusnahkan keturunan rahman bahkan
sebelum keturunan rahman sempat ditanamkan ke dalam kandungan seorang wanita.
Tangan badu secara kontinyu meremas lalu meregangkan jemarinya sehingga rasa
sakit yang dialami buah zakar rahman terasa bertubi-tubi. Dalam setiap
remasannya, ujung kontol rahman memancutkan air madzinya sehingga kontol rahman
basah kuyup oleh cairan pelumas. Di saat yang sama saman terus mengocok zakar
rahman dengan kasar. Kemudian badu menghentikan remasannya sesaat, dilihatnya
buah zakar rahman yang tadinya menggantung kini naik mendekati pangkal zakar.
Ia tahu ini saatnya rahman akan segera berejakulasi. kemudian diletakkannya
telapak tangan kanannya tepat di depan buah rahman. Lalu badu menekan telapak
tangannya dalam-dalam ke arah kedua buah zakar rahman. Dengan tenaga dalam yang
ia miliki badu menekan buah zakar rahman amat keras sehingga rahman merasakan
sakit teramat sangat, buah zakarnya terasa pecah ranah. Kemudian pada gerakan
terakhir dia menampar buah zakar rahman dari arah bawah sehingga tepat mengenai
buah zakar rahman, buah zakarnya tergencet dengan tulang selangkangan rahman.
“AAARRRRRRGGGGGGGGGHHHHHHHHHH…..!!!!!”
Rahman berteriak saat badu dengan kekuatan tenaga dalamnya menghantamkan bagian
atas telapak tangannya ke arah buah zakarnya. Dan kemudian.. CCRRRRROOOOOOTTT
CRROTT… CROOTTT… rahman mengeluarkan spermanya banyak sekali dalam beberapa
kali pancutan. Pejuh rahman yang berwarna putih kental kemerahan akibat
bercampur darah itu memancar jauh jatuh ke rerumputan.
“lihat, anak-anak loe terbuang sia-sia
di rumput. Sekarang habis sudah keperkasaan loe sebagai lelaki. Buah zakar loe
sudah kubuat cedera. Aku yakin buah zakarmu akan segera mogok membuat pejuh.
Istrimu pasti akan sulit hamil. Bahkan kalau ternyata buah zakarmu cedera parah
atau bahkan pecah, mungkin kontol kamu yang besar itu akan ikut menjadi tidak
berguna. Kontolmu akan impoten… hahahaha…” badu dengan kejam menekan mental
rahman. Sedangkan rahman yang lemas hampir pingsan hanya bisa meratapi masa
depan kelelakiannya yang sudah dirusak olah orang-orang yang iri padanya…


No comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.