Friday, June 14, 2013

Tomi Sang Petinju (bagian 1)



oleh Danny Perkasa pada 12 Oktober 2011 pukul 19:14 ·
                 Tomi, seorang pria berusia 22 tahun. Dia adalah seorang atlit boxing yang cukup terkenal. Prestasinya memenangkan beberapa kompetisi nasional menyebabkan banyak gadis yang mengenalnya. Wajar jika ia menjadi idola para gadis. Wajahnya yang tampan, belum lagi dengan tubuhnya yang kekar proporsional. Belum lagi alat vitalnya yang besar dan perkasa. Tomi memiliki kehidupan yang cukup bebas. Ia seringkali melakukan hubungan intim dengan gadis-gadis yang ia kencani.
                Suatu hari ia berpacaran dengan seorang gadis yang bernama vini. Tapi baru kali ini tomi serius pada seorang gadis. Biasanya tomi memakai kondom saat melakukan sex dengan gadis-gadis yang ia kencani, kalaupun  ngecrot tanpa kondom pasti tidak ia lakukan dalam memek gadis itu. Tapi dengan vini lain, ia berhubungan intim tanpa memakai kondom, dan lebih parahnya lagi ia sengaja mengeluarkan pejuhnya dalam rahim vini, akibatnya saat ini vini sedang mengandung anak tomi. Tomi amat mencintai vini sehingga ia ingin segera menikahinya. Ia ingin segera membangun rumah tangga bersama vini dan anak yang sedang vini kandung.




            Hari ini seharian tomi berlatih di sasana-nya. Sorot matahari telah menunjukkan waktu petang hari. Dan beberapa temannya telah pulang. Tomi yang hanya ditutupi handuk sedang mengantri untuk mandi. Entah kenapa hari ini terasa agak janggal. Beberapa orang yang tak dikenal mondar-mandir di depan sasana-nya. Akhirnya tomi mandi sedangkan teman-temannya telah pulang. Tomi sengaja mandi yang terakhir karena ia yang tinggal bermukim di sasana tinju itu. Sasana tinju itu milik pelatihnya, tapi diamanahkan kepada tomi karena rumah sang pelatih kebetulan cukup jauh. Dan selain itu tomi adalah perantau dari Sumatra, tentunya ia senang tinggal di sasana tinju tanpa harus membayar karena biaya tempat tinggal/kos amatlah mahal. Sasana tinju itu terletak di pinggiran kota, agak jauh dari pemukiman warga karena berada di kaki bukit.
            Tempat mandi sasana tinju itu kebetulan outdoor dan hanya ditutupi tembok setinggi dada orang dewasa, itupun tanpa pintu.  Vini yang sedari pagi menemani tomi pun kini hanya memakai handuk. Tubuhnya cukup molek meski perutnya agak membuncit karena tengah mengandung 4 bulan, buah cinta tomi. Tomi yang sedang dalam keadaan telanjang di dalam kamar mandi itu memandangi tubuh vini dengan penuh nafsu. Tanpa sungkan vini melepas handuk yang menutupi tubuh sintalnya sambil memasuki kamar mandi untuk mandi bersama tomi. Tomi yang sedari tadi konak langsung menciumi bibir vini sambil tangan kanannya membelai perut vini yang sedang mengandung buah cintanya, sedangkan tangan kirinya memijat buah dada vini yang cukup montok dan terlihat sedikit bengkak karena tengah hamil.
            Mereka berdua dalam keadaan basah dan mengkilat akibat sabun berpagutan dengan mesra. Sesekali tomi mencumbu leher vini hingga vini mendesah desah. Kemudian tomi menghisap buah dada kanan vini disedotnya kuat2 hingga vini merintih kenikmatan. Tomi terlihat menikmati cairan susu yang menetes keluar dari putting susu vini. Sesekali digigit-gigit kecil putting susu vini yang membuat vini semakin terbakar birahi. Lelaki seperti tomi memang perkasa dan mampu membuat wanita terangsang hebat. Setelah buah dada kanan gentian buah dada kiri yang menjadi korban keganasan mulut tomi. Dihisapnya pauyudara vini bergantian kiri dan kanan.
            Setelah beberapa saat tomi beralih membelai dan menciumi perut vini yang agak membuncit. Dalam hati tomi merasa bangga sebentar lagi akan segera menjadi seorang ayah. Perasaan yang sangat membanggakan bagi seorang lelaki sejati. Ditempelkannya telinga tomi ke perut vini untuk mendengar bayi yang ada dalam kandungan vini. Gerakan-gerakan sang jabang bayi belum terasa, mungkin karena kehamilan vini masih muda. Dalam bayangan tomi, pasti anak ini adalah hasil ngentot dia 4 bulan yang lalu saat ia dan vini bercinta hebat di ring tinju dalam sasana.
Waktu itu tomi barusaja memenangkan kompetisi tinju secara TKO. Dan saat ia pulang ia merasa sangat bergairah meskipun habis bertarung karena pelatihnya sengaja memberinya obat perangsang cukup banyak sebelum pertandingan. Pelatih tomi adalah teguh, seorang pelatih tinju professional yang juga mantan petinju berusia 34 tahun. Seorang ayah beranak 5. Anaknya banyak karena semasa ia masih menjadi atlet tinju ia sering dicekoki obat perangsang, terutama suplemen penambah volume sperma agar lebih agresif di ring tinju. Tentunya efek samping dari obat ini adalah horni dan kualitas sperma lebih subur. Wajar jika tomi membuat vini hamil. Saat itu tomi sangat bergairah sehingga ia bercinta dengan buas karena selama seminggu sebelum pertangdingan ia tidak diperkenankan mengeluarkan spermanya oleh pelatih demi menjaga stamina.




               Terlebih lagi, teguh yang juga memiliki ketrampilan memijat itu setiap sore memijat alat vital tomi. Kontol tomi yang sepanjang 18 cm itu menjadi perkasa karena tidak lepas dari penanganan teguh. Buah zakar tomi yang juga sebesar telur ayam selalu dipijat oleh teguh hampir setiap 2 hari sekali. Seluruh anak didik teguh selalu dipijat buah zakarnya yang bertujuan agar merangsang hormon2 dan pementukan sperma yang berlimpah sehingga petinju menjadi lebih agresif dan trengginas. Oleh karena itu ada aturan tak tertulis yang sangat tegas di sasana tinju itu: tidak boleh memakai celana dalam/sempak kecuali pelindung alat vital! Celana dalam yang ketat akan membuat aliran darah di sekitar kemaluan akan terganggu sehingga tidak baik untuk kesuburan. Itu berlaku untuk semua anggota termasuk pelatih dan anggota yang masih sangat muda. Kebetulan di sasana tinju itu ada beberapa anak yang berusia 12 smp 16 tahun.
Setelah puas membelai dan memanja-manja perut vini yang tengah hamil muda mereka bergegas membasuh tubuh mereka dan menyelesaikan mandi. Setelah mengeringkan badan, dalam keadaan telanjang bulat tomi menggendong vini yang juga telanjang bulat masuk ke balai2 yang ada di halaman sasana tinju tersebut. Terlihat kontol tomi yang besar dalam keadaan setengah ereksi bergoyang ke kanan dan kiri. Sedangkan buah zakarnya yang montok membulat menggantung naik di pangkal kontolnya karena terkena air dingin kamar mandi. Tomi meletakkan vini terlentang di balai2 tersebut. Mereka kembali bercumbu, berpagutan sambil saling meremas-remas. Dua insane sejoli ini sungguh sedang terbakar birahi. Vini memposisikan tubuhnya miring sedangkan tomi memeluknya dari belakang sambil tangan kanannya meremas buah dada kanan vini dan tangan kirinya membelai kandungan vini penuh kasih sayang. Tak lupa pula tomi menjilat jilat tengkuk vini.
            Setelah puas saling meremas. Kini giliran vini mengocok batang kelelakian tomi yang saat ini telah ereksi penuh. Panjanganya 18 cm, diameternya cukup besar dan penuh urat2 yang membuatnya tampak gagah perkasa.sesekali vini menghisap batang kontol tomi. Tomi merasakan dirinya melayang dalam nikmat. Dalam benaknya ia merasa bahwa ia sangat beruntung menjadi lelaki yang amat perkasa. Setelah vini merangsang kontol tomi kini giliran tomi yang merangsang vagina vini. Tomi memijat mijat area bibir vagina vini yang terlihat mulai basah oleh rangsangan2 nikmat. Tomi menjilat jilat bibir vagina vini hingga vini menggelinjang kenikmatan.
                Sementara itu di pojokan sasana tinju beberapa laki-laki sedang mengintai mereka berdua. Rupanya itu adalah rico dan teman-temannya. Rico yang merupakan petinju juga amat dendam kepada tomi karena tomi pernah mengalahkannya TKO sehingga rico kehilangan gelarnya sebagai juara bertahan. Rico merupakan anak orang kaya berusia 24 tahun. Ia membayar beberapa temannya untuk melakukan balas dendam kepada tomi. Ia tahu jika tomi hanya tinggal sendiri di sasana tinju itu dan ia ingin melakukan pembalasan dendam pada malam hari saat ia sendirian. Tapi di luar dugaan ternyata ia tengah bercinta bersama dengan kekasihnya. Rico yang lama tidak berhubungan badan menjadi sangat horni saat mengawasi mereka berdua. Dua sejoli yang cantik dan tampan tengah memadu kasih di bawah pohon jambu. Tiba2 ia memiliki ide lain untuk mengerjai tomi

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.