Monday, June 10, 2013

Disersi



oleh Danny Perkasa pada 3 Juli 2011 pukul 1:39 ·

bima terikat dengan hanya mengenakan kancut tipis berwarna hijau muda. Tubuhnya yang kekar dan coklat itu tampak berkeringat hingga mengkilat. Wajahnya yang tampan tampak kelelahan akibat menahan berat di tangannya. Dia terikat dalam bentuk X sehingga beban tubuhnya ada di tangannya. Kancutnya yang kecil itu rasanya hampir tak muat menutupi alat vitalnya yang besar itu. Kontolnya yang sepanjang 18cm saat ereksi, sedangkan biji zakarnya sebesar telor ayam kampung. Saat ini alat vitalnya itu dalam keadaan lemas akibat rasa lelah yg dialami bima. Barusan bima dicambuk oleh algojo.
Malam ini dia dihukum atasannya karena melakukan pelanggaran militer. Dia ketahuan menghamili pacarnya. Saat ini pacarnya itu tengah mengandung 3 bulan dan menunggu bima menikahinya. Seorang atasan bima ditunjuk menjadi algojo yang akan menyiksa bima.

ilustrasi bima


“Jadi ini ya barang yang loe pake buat buntingin pacar loe yang lonthe itu?” kata algojo itu dengan sadis
“pacar saya bukan lonthe”
“diam kau” bentak algojo itu sambil memukul perut bima yang sixpack itu.
“aarrhh….” Bima merintih kesakitan saat pelatih itu memukul perutnya bertubi-tubi.
“hahaha… gue mau tau gimana raanya kalo alat vital loe yang gue tinju.” Algojo itu tiba2 meninju alat vital bima yang masih terbungkus cawat.
“AARRGGHH…. “ bima kesakitan akibat tinju di alat reproduksinya itu.
“heh, itu pantas buat kontol ma biji peler loe yang udah buntingin anak orang, sakit ya? Harusnya loe dikebiri aja biar loe impoten. Hahahaaa…” lalu algojo itu mengelus alat vital bima yang terbungkus cawat. Ia merasakan alat vital bima begitu besar padahal baru setengah ereksi. Ia lalu mengelus-elus alat vital bima hingga kontolnya sedikit mengembang. “ gede juga kontol loe, pantas itu lonthe bisa bunting, biji peler loe gede juga, pasti benih loe banyak”, kata algojo itu sambil mengelus kedua buah zakar bima yang terbungkus cawat.” Sekarang loe bakal tahu apa yang bakal gue lakukan kea lat vital loe itu…” kata algojo itu dengan nada sadis. Algojo itu kemudian membuka cawat bima dari samping sehingga terkuaklah kedua biji zakar bima yang besar2. Kemudian dia menimang-nimang kedua buah zakar bima, lalu memijatnya lembut.”jadi di sini ya benih calon anak2 loe disimpan? Kemudian secara tiba2 algojo itu meremas kedua buah zakar bima.
“AARRRGGH…..” bima berteriak kesakitan saat tangan kasar algojo itu meremas kedua buah pelirnya.
“rasakan… hahaha..”
Kemudian algojo itu melepas dengan kasar cawat bima sehingga bima saat ini benar2 dalam keadaan telanjang bulat. Tubuh kekarnya yang nyaris seperti atlet binaraga itu tampak kencang. Kontolnya yang besar itu tampang setengah tegang, sedangkan kedua buah zakarnya mengantung lemas di bawah kontolnya karena hawa panas dalam sel tahanan.
Algojo itu pun dating membawa kotak besar. Saat ia membuka kotak itu terkuak sudah apa saja isinya. Kotak itu berisi alat2 penyiksaan yang biasa digunakan untuk mengintrogasi tahanan.
Algojo itu kemudian mengambil sesuatu dari kotak tersebut. Kemudian algojo itu mengikat buah zakar bima yang mengantung itu sehingga buah zakar bima tertari agak jauh dari pangkalnya. Lalu algojo itu mengantungkan sesuatu di buah zakar bima yang ternyata adalah sebuah pemberat 1 kilogram. Bima pun lalu merintih menahan ngilu di buah zakarnya. Alogojo itu hanya mendiamkannya selama 10 menit dan melihat bima merasa tersiksa dengan pemberat di biji pelernya. Kemudian algojo itu menambah lagi beban 1 kilo lagi di buah zakarnya, bima semakin terlihat menderita. Setiap 10 menit algojo itu menambah 1 kilo beban di kantung keturunan bima.setelah 1 jam beban di buah zakar bima mencapai 6 kilogram dan bima memohon mohon agar tidak ditambah lagi. Bima merasa buah zakarnya terasa mau pecah. Yang dipikirkannya saat ini hanyalah ketidakpastian nasib buah zakarnya yang merupakan modal untuk menghasilkan keturunan.
“hahaha… gimana rasanya? Pasti rasanya biji loe mau meledak ya? Gue sengaja menyiksa biji peler loe, gue mau kebiri loe pelan2 supaya loe ngga bisa buntingin cewek. Dan loe tahu apa yang akan terjadi kalo buah zakar loe rusak? Loe ngga bisa punya anak lagi, moga2 janin di perut pacar loe selamat sampek lahir, karena itu bakal jadi anak terakhir yang loe hasilkan. Hahaha… dan loe tau hal yang lebih buruk kalo biji zakar tersayang loe rusak, loe juga bakal impoten, kontol loe yang gede itu Cuma bakal jadi daging lemas, loe jadi banci. Hahaha…” algojo itu mengancam dengan wajah sadis.
“aaarrrrgghhhh….. jangan…. Jangan siksa buah zakar saya, saya mau menikah, jangan buat saya impoten… aarrgghhh… lepaskan buah zakar saya… ammpuunn.. jangan… aaarrrgghhh…. “
Lalu secara mendadak algojo itu melepaskan semua beban di biji peler bima. Buah zakar bima terasa amat ngilu, algojo itu juga melepaskan ikatan di buah zakar bima. Algojo itu tiba2 tersenyum sadis saat melihat alat vital bima yang menegang akibat siksaan tadi. Sebelum penyiksaan dilakukan memang pelatih bima telah memasukkan obat perangsang dalam minuman bima. Bima sendiri selalu merawat alat vitalnya dengan memijatnya secara teratur setiap pagi dan sore, selain itu bima rajin minum suplemen penambah sperma. Niat bima meminum suplemen itu adalah agar kelak saat menikah ia dengan mudah memiliki keturunan, tetapi kenyataannya malah membuat pacarnya hamil sebelum mereka mencapai jenjang pernikahan.
“loe pikir Cuma sampai di sini doing ya? Masih ada siksaan yang lebih hebat lagi” bentak algojo itu sambil menampar nampar kontol bima yang sedang ngaceng itu.. kontol bima yang besar itu terbanting ke kiri dan kanan seiiring dengan tamparan algojo itu kea lat vitalnya. “hahaha… mampus loe!! Begini rasanya klo kontol oe gue siksa, sukur kalo kontol loe bisa impoten!!”
“Aaaargghh… sakit… jangan… aargghhhh…!!!” bima kesakitan menahan ngilu di kontolnya yang besar itu. Kontolnya yang terpental ke kiri dan kanan itu mulai mengeluarkan cairan madzi hingga ujung kontolnya basah. Setelah 10 menit algojo itu menghentikan tamparannya. Kemudian dia kembali mengelus elus biji zakar bima yang mengantung itu dansambil tersenum sadis algojo itu menggenggam kedua buah zakarnya dengan kuat lalu menariknya secara tiba2, kontan bima berteriak kesakitan. “AARRRgghh…!!! Jangan rusak buah zakar saya!! Jangan rusak kantung keturunan saya!!! Aaarrrgghhh…!!! Kemudian algojo itu memasang konektor dan kabel ke biji zakar bima, tidak lupa kontol bima tepat di bagian bawah kepala kontolnya yang mengkilap itu. Sejurus kemudian dinyalakanlah listrik kea lat vital bima, bima hanya bisa mengaduh kesakitan saat alat vitalnya disiksa.

ilustrasi bima2


“tamat kontol loe!!! Pasti habis gue siksa biji peler loe mogok bikin sperma. Kelak bini loe ngga bakal bunting meski loe entot tiap hari karena biji peler loe mandul… hahaha “ algojo itu tertawa sadis saat bima berteriak kesakitan sampai menangis. Hatinya hancur membayangkan alat reproduksinya akan dihabisi oleh algojo itu. Setelah 10 menit diestrum, alogojo itu lalu melepas semua kabel konektor. Kontol bima tampang tegang kemerahan, sedangkan biji zakarnya mengantung jauh. Dengan cepat kemudian algojo itu memegang buah zakar bima dengan masing2 tangannya. Lalu buah zakar bima diremas kuat kuat. Bima pun hanya bisa berteriak kesakitan saat katung keturunannya disiksa dengan kejam oleh tangan kasar itu. Setelah seperempat jam diremas remas buah zakar bima dilepaskan kembali.
Tidak lama setelah itu algojo itu mengocok kontol bima yang keras dan kemerah merahan. Ujung kontol bima berkali kali meneteskan air madzi. Bima meleguh kenikmatan tapi tidak lama karena tangan algojo yang satunya menampar nampar kedua buah zakar bima secara horizontal dan vertical bergantian, bima kembali berteriak kesakitan. Buah zakar bima tampak membengkak dan kemerahan akibat disiksa berkali kali. Setelah 5 menit ditampar biji zakarnya sambil dikocok batang kelelakiannya,tiba2 kedua testis bima yang tadinya menggantung naik mendekati pangkal kontol, algojo itu tahu sebentar lagi bima akan ejakulasi. Lalu untuk terakhir kalinya algojo itu meninju tepat di kedua buah zakar bima, tubuh kekar bima menegang kuat dan wajahnya menahan rasa sakit dan nikmat bersamaan, dan pada saat hampir bersamaan bima muncrat mengeluarkan benihnya yang sangat banyak. Sperma itu tampang agak kemerahan karena bercampur darah akibat cedera di buah zakarnya. Setelah selesai ejakulasi, bima ditinggalkan sendiri dalam sel oleh algojo itu. Yang tersisa hanyalah ceceran sperma yang amat banyak di lantai dan bima dengan alat vitalnya yang cedera.

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.